Sabtu, 20 Maret 2010

Pagi

Semilir Angin dini
Berlalu berlari mencari pagi
menanti...

Insan tersentak dari mimpi
Burung lepas mencari rizki
mentari indah menghiasi bumi.

Biola Tua

Suyup-suyup aku dengar suara
Permainan biola tua
Tiap orang yang mendengarnya
Merasa sendu dalam hatinya.

Betapa tidak...
Biola tua begitu merana
dalam nada dan bersuara
dimainkan pemiliknya

pemain biola tua
terpaku di atas ranjangnya
ingin mengembara
mencari uang tuk mengisi perutnya.

anak tiada... istri tak punya...
hidup penuh derita dan lara
sepi selalu datang melanda
hanya biola tua temanninya

Rabu, 17 Maret 2010

Laporan Akhir SQL Minggu Ke 2

untuk LA ini silahkan download di

silahkan download dan klik warna biru tulisan ini

Minggu, 14 Maret 2010

Sistem Pencernaan Manusia

ini adalah tampak atau hasil depan atau covernya. karya Helmi Gustriyanto
buat Penulisan Karya Ilmiah jenjang D3...

Menggunakan Macromedia Flash CS 3
Hasilnya Bisa di Download di

http://www.ziddu.com/download/8958072/PIHELMIDEPAN.exe.html

Kamis, 11 Maret 2010

Hilang

Hati adalah satu
Yang aku kenali keberadaannya
saat malam mendinding tiba..

Hati ada biru
Yang tak pernah berhenti mengadu
Walau mentari berhenti berlalu...

Di dalam hati berjuta rasa
Yang tercermin lewat dedaunan yang runtuh...
Yang bergetar hingga kelabu...

Jika hati menjadi rapuh
Tiada ombak berbuih putih
Tiada malam ditemani sang bintang...
Maka kita akan senantiasa..

Minggu, 07 Maret 2010

Cinta untuk kau

Kau.. kau yang selalu membuatku bahagia, kau selalu membuatku tersenyum, kau selalu memberikan perhatian . kau selalu sabar membantuku untuk bangkit kembali, kau selalu sabar menghadapi sikap-sikap burukku. Kaulah cintaku, cinta yang selalu ada dalam hatiku dan ku simpan rapat-rapat. Mungkin hanya ini yang bisa menggambarkan perasaanku saat ini.

Aku titha, hari ini aku telah menemukan seorang yang selama ini aku cari, aku menemukan cinta yang tak kudapat selama ini, cinta yang selalu aku impikan. Ternyata aku temukan pada dirinya, Dony. Dony selalu menemaniku. Tapi saat aku menemukan sosok yang selama ini aku cari, aku mendapatkan masalah, masalah yang aku buat sendiri. Rasanya aku sangat bingung, tapi dy tetap ada untuk meyakinkanku dan menemaniku disaat aku membutuhkan seseorang disisiku.

Hari ini adalah hari terakhirku di Jakarta, karena aku harus pindah keluar kota. Aku meminta Dony untuk bertemu hari ini ditaman. Sampai saat ini Dony tidak pernah menyampaikan perasaanya. Karena itu, akulah yang ingin berinisiatif untuk menyampaikan perasaanku. Sesampainya ditaman, aku melihat Dony sedang menungguku. “Dony, udah lama yah nungguin aku?”. “Ga kok, blum lama” jawab Dony. Setelah itu aku duduk dan terdiam, aku bingung harus memulai darimana, aku sungguh bingung. Tidak lama aku mulai berbicara. “Aku minta maaf kalau aku salah ngomong, tapi ini penting buat aku ungkapin” sambil memberikan kenang- kenangan yang sengaja kusiapkan untuknya dan didalamnya aku selipkan tulisan yang berisi tentang isi hatiku. Aku langsung pulang, aku tak bisa tahan berlama-lama disana, karena aku tak sanggup melihatnya lagi hatiku terluka. Dalam perjalanan menuju rumah aku mendapat pesan singkat. Ternyata dari Dony, “maaf , aku gak bisa karena aku hanya menganggapmu sahabat, kita berbeda, kita hanya bisa jadi sahabat. Yah perbedaan, itu alas an yang dia berikan, sebesar apakah perbedaan itu? Aku tak bisa mengerti apa yang membuatku berbeda dengannya. Maaf, aku telah salah menilai perhatianmu. Semoga kamu bisa mendapakanya yag jauh lebih baik dari aku. Sekarang aku sudah tahu semua isi hati Dony. Jadi, aku bisa berangkat dengan tenang. Aku yakin ini jalan terbaik yang telah ditentukan Tuhan kepadaku. Tidak mungkin kita menjalani suatu hubungan jika terlalu banyak perbedaan.

Setelah itu aku berangkat ke bandara, perpisahan dengan keluargaku sangat membuatku sedih, tapi aku harus tetap berangkat. Setelah 1 jam duduk diatas pesawat akhirnya aku tiba di di makasar. Senang rasanya bisa mendatangi kota Makasar, tapi aku sangat lelah dengan perjalanan ini.

Setelah beristirahat aku mandi dan bersiap siap ke gereja,aku tak pernah menduga akan bertemu dengan seseorang yang mendebarkan hatiku. Di gereja ini, kami berkenalan. Sama sepertiku dia juga baru dikota makasar. “ Hai, namaku steve” dia memperkenalkan dirinya. Aku termangu melihatnya. “ Kok ngelamun, kenapa?” Lamunanku buyar seketika. “Oh, nggak papa kok, aku titha.” Aku berdalih. Dari sinilah kami mulai mengenal pribadi kami masing-masing. Bagiku Nathan cukup menyenangkan, walau kadang-kadang menyebalkan. Kami mempunyai hobi yang sama. Walau begitu ternyata aku memendam perasaan terhadap dirinya, perasaan itupun tumbuh dengan cepat. Tapi sayangnya, harapanku punah seketika mengetahui bahwa Nathan mempunyai trauma ketika orangtuanya berpisah, dia takut kegagalan yang dialami kedua orangtuanya akan dia alami juga. Mungkin pertemanan ini cukup bagi kita berdua.

Kamis, 25 Februari 2010

Cerpen

AKU TAK INGIN SEPERTI INI


Sungguh aku tak sanggup lagi, aku benar-benar bingung. Apa yang terjadi padaku? Apa yang harus aku lakukan?

Masalah ini sangat sulit untuk aku pecahkan dan aku tak bisa mendapatkan cara untuk menyelesaikannya, jika terus seperti ini, aku takut semua akan menjadi lebih buruk. Tidak hanya pikiranku, tapi kesehatan dan aktivitasku pun akan ikut terganggu.
Sebelumnya aku akan menceritakan semuanya dari awal. Aku berasal dari keluarga sederhana, aku lahir dan tumbuh besar sampai saat ini. Aku memiliki perawakan yang cukup baik, Tuhan menciptakan aku dengan sempurna tanpa cacat sedikit pun. Sejak kanak-kanak aku sudah di ajari mandiri dan tidak dimanjakan. Kedua orang tuaku sangat menyayangi aku, aku sangat bahagia memiliki mereka.
Aku sangat bersyukur karna sejak aku TK, SD, SMP sampai SMA semua guru dan teman-temanku sangat menyayangiku. Apalagi disekolah aku sering kali ikut ambil bagian bila ada perlombaan dan hapir setiap perlombaan aku selalu juara.
Saat SD aku pernah mengikuti lomba menulis tingkat kabupaten dan aku mendapatkan juara I. Lalu di SMP aku mengikuti lomba cerdas cermat saint tingkat propinsi dan aku juara II. Saat SMA aku dan teman-temanku menjuari lomba futtsal sekabupaten.
Dan saat ini aku masih duduk dibangku kuliah, aku mengambil jurusan teknik. Cita-citaku saat kecil tidak pernah menginginkan jurusan ini, cita-citaku saat kecil ingin menjadi dokter, karena aku ingin sekali membantu orang banyak. Tapi semuanya berubah saat aku jatuh sakit dan dirawat dirumah sakit. Saat aku harus dirawat sebelum dioperasi, aku harus di inpus dan pada saat perawat ingin memasang jarum inpus ditanganku, perawat itu salah suntik sampai empat kali. Sejak itu aku trauma ditambah lagi tiga hari kemudian aku dioperasi. Sungguh kejadian yang membuatku benci dengan dunia kedokteran. Sejak itu aku memutuskan untuk tidak bercita- cita menjadi dokter ataupun sejenisnya. Dan akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti jejak ayahku, yah aku mengikuti jejaknya aku ingin menjadi seorang insinyur. Sebenarnya saat mendaftar di universitas, ibu memaksa mendaftakan aku di jurusan akutansi, tapi aku memaksa untuk pindah jurusan dan aku minta untuk dipindahkan ke jurusan teknik. Dan kuliahku pun tak berjalan mulus banyak hal yang membuat kuliahku berantakan. Mungkin ini karena aku tak pandai menyikapi semua masalah.

Terus terang aku sudah tidak tahan lagi. Aku tak kuat menjalani semuanya aku berpikir keras untuk menyelesaikan semua tapi aku tak sanggup tak bisa. Dan aku tak bisa mendapakan solusi yang tepat. Aku ingin seperti masa kecil yang bisa tertawa lepas tanpa ada beban. Aku ingin mendapatkan ketenangan, tapi dari mana aku bisa mendapatkan semuanya.

Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus mengobankan semuanya? Atau bagaimana? Berilah aku saran! Aku benar-benar pusing!***